2 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Kekayaan

Sebenarnya kaya bukanlah prioritas dalam kehidupan, namun kekayaan itu adalah alat untuk beribadah. Jika kita lebih memilih miskin daripada kaya, bagaimana yang terjadi jika kekayaan itu ada ditangan orang-orang yang jahat. Tentu kekayaan tersebut digunakan untuk kejahatan. Berbeda halnya jika kekayaan ada ditangan orang yang baik, pasti akan lebih banyak manfaatnya.

Siapa yang bilang kaya bukanlah kewajiban, hanya saja kita sebagai pengusaha muslim wajib mengetahui batasan-batasan, agar kita tidak terjebak kedalam cinta harta dan dunia. Oleh karena itu, Allah mengingatkan melalui SOP nya didalam surat at-takatsur, jangan sampai kita lalai atau melupakan hakikat kekayaan!

Karena sudah banyak orang yang tujuan kayanya untuk kebaikan, namun saat ia menjadi kaya justru lalai atau lupa melakukan kebaikan.

‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.’ Maka, setelah Allah mem-berikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).” [At-Taubah: 75-76]

Dengan ayat diatas kita sudah punya pondasi yang kuat untuk berhati-hati menjadi orang kaya.

Setidaknya ada 2 alasan kenapa kita harus menjadi kaya.

Pertama, Tugas kita adalah menjadi khalifah

Inni jaa’lun fil ardi khalifah, tidaklah kita hidup didunia melainkan ditugaskan menjadi khalifah. Artinya menjadi wakil-Nya untuk menuntaskan urusan-urusan didunia. Tetapi ada juga yang menolak menjadi wakil-Nya sehingga mereka membuat kerusakan dimuka bumi ini.

Tugas khalifah, adalah tugas yang berat untuk dipikul. Tidak hanya ditugaskan untuk mengentaskan masalah kemiskinan dan kebodohan, tetapi juga ditugaskan untuk membangun infrastruktur untuk kepentingan orang banyak. Itulah salah satu alasan kita wajib kaya. Apakah kita hanya menjadi penonton, disaat orang lain sudah bisa bangun masjid, bangun sekolah, sedangkan kita lebih senang di zona nyaman, yang sejatinya zona nyaman adalah zona kemiskinan (mental).

Kedua, Kita dianugerah Akal (hati), Pikiran dan Badan

Kita tidak bisa memilih lahir dari orang tua seperti apa, tapi bersyukurlah bila keadaan kita sehat, dan sudah sewajibnya kesehatan dan keutuhan badan untuk dipergunakan untuk melakukan kebajikan. Ada banyak saudara kita yang lahir dengan keterbatasan, dan jangan lupa, keterbatasan mereka adalah tanggung jawab kita semua.

Dengan memiliki akal dan pikiran, kita bisa belajar, menuntut ilmu. Setiap insan sudah dianugerahi dengan kelebihan masing-masing, kelebihan itulah yang sebenarnya adalah pintu rezeki kita. Jadi tidak ada alasan kita tidak bisa kaya, karena Allah tidak mengubah nasib suatu insan, hingga insan itulah yang harus mengubah nasibnya sendiri.

Dengan adanya akal pikiran dan organ tubuh yang lengkap, sudah saatnya kita bergerak membangun kekayaan. Kekayaan apa saja? kesatu: kekayaan ilmu, sehingga kita bisa mengentaskan kebodohan, sumber penyebab kemiskinan ada pada kebodohan. Ada yang punya ilmu bidang kedokteran, pendidikan, bisnis, wajib untuk diajarkan kepada yang lain. kedua: kekayaan harta, dengan kaya harta kita bisa menjadi orang yang tangannya diatas, suka membantu yang susah dan lemah, menolong yang tidak mampu dan sebagainya.

Dan yang ketiga …

Kita wajib memiliki kekayaan hati, dengan kaya hati kita tetap menjadi orang yang sederhana, tidak menyombongkan diri dan selalu merasa bahwa kekayaan yang dimiliknya hanyalah titipan dan sebagai amanah untuk digunakan dijalan yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Sejatinya, kekayaan itu adalah taqwa, tidak ada ukuran orang kaya harus memiliki berapa banyak uang, berapa banyak rumah, tetapi orang kaya adalah yang tidak nyaman dengan rumah mewahnya jika masih ada saudaranya yang tidak memiliki tempat tinggal layak. orang kaya adalah yang resah dengan uangnya, bila belum digunakan untuk memerdekakan orang miskin. Orang kaya adalah yang enggan makan dengan makanan enak bila masih banyak anak yatim yang lapar

Itulah yang dirasakan oleh Rosulullah, beliau adalah manusia terkaya didunia tetapi beliau memilih hidup sederhana. 🙂 Beliau tidak mewariskan kekayaannya tetapi beliau mewariskan 4 Jalur Sukses untuk Umatnya.

Mari kita berjihad untuk menjadi orang kaya, kaya yang berakhlakul karimah, kaya yang bermartabat, dan kaya dunia akhirat. InshaAllah.

Salam Kaya tapi Taqwa | wiyoko corporation



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *