4 Jalur Sukses yang Sempurna dari Manusia Sempurna

4 Jalur Sukses yang Sempurna dari Manusia Sempurna

Menjadi sukses adalah idaman setiap orang. Sukses dari segi financial, keluarga, beragama, bernegara dan sebagainya. Tidak ada patokan orang sukses paling sempurna, kecuali Rosulullah Shallallahu alaihi wassalam..

Beliau adalah manusia yang mendapatkan kesuksesan yang sempurna. Sangat disayangkan bagi orang yang tidak mengikuti kesuksesan sesuai dengan alur yang diajarkan oleh baginda Nabi.

Bagaimana Cara Sang Nabi mendapatkan kesuksesan yang hakiki?

 

Pertama adalah Membangun Akhlaqul Karimah

Nabi Shallallahu ;alaihi wassalam adalah pemuda yang sangat dikenal dengan akhlaknya yang mulia. Menjadi pemuda yang jujur, pemuda yang amanah, pemuda yang menyampaikan sesuatu yang baik, dan pemuda yang begitu cerdas.

Yang harus kita bangun pondasi utama untuk mendapatkan kesuksesan yang sejati adalah akhlaqul karimah. Jika tidak ada akhlak, pastinya akan jadi pebisnis yang suka korupsi, penipu, dan sebagainya.

Kedua, Menuntut Ilmu Bisnis dengan Benar

Jika akhlaq sudah terbentuk, Nabi belajar ilmu bisnis kepada pamannya sekaligus praktik. Berbeda dengan kita kebanyakan, belajar ilmu bisnis teori, tapi enggan untuk praktik. Sudah penyakit lama, terutama bagi yang ingin terjun menjadi pebisnis.

Selama 25 tahun Rosulullah belajar berdagang dan berbisnis, bahkan bisnis yang beliau pegang bakalan sukses besar. Tak heran jika yang diperdagangkan rosul selalu laris manis. Rahasianya apa kok bisa laris manis? kembali ke cara pertama diatas, yaitu mengedapankan akhlak. Ilmu sudah ada, praktikan dengan akhlaq yang baik.

Banyak pedagang yang wajahnya jutek saat melayani pembeli, ada yang kata-katanya tidak ramah, bahkan mengurangi timbangan. Perilaku ini sangat ditentang dan sama sekali tidak mencerminkan pebisnis sukses.

Ketiga, Menggencarkan Sedekah

Tak ada sejarahnya orang sedekah itu makin melarat, nambah miskin. Buktinya adalah rosulullah saw, yang sedekahnya itu diibaratkan angin yang berhembus. Artinya adalah rosulullah sedekah tanpa henti, dan merata kepada orang yang membutuhkan.

Berbeda dengan kita, yang melihat sedekah seolah-olah harta kita berkurang. Padahal tidak, justru bertambah, bahkan nambahnya kadang bisa 10x lipat, dan kadang bisa 1000x lipat. Biasanya kelipatan nya itu tergantung dari seberapa banyak yang disedekahkan dan seberapa besar keyakinan serta keikhlasannya.

Jika tidak punya harta sepeserpun, sedekahlah dengan senyuman. Dengan senyuman saja sudah 10 langkah menjadi kaya. Dan jika punya harta, sedekahkan. Jika mampu disedekahkan semua, berarti kita seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, jika mampu 50% nya kita seperti Umar bin Khattab dan seterusnya.

Keempat, Menyebarkan Ilmu

Dakwah nabi banyak, bisa dikatakan, semua aspek kehidupan butuh diluruskan. Entah itu pendidikan, pemerintahan, bisnis dan sebagainya. Menyebarkan ilmu membuat kita semakin tahu. sesuatu yang kita belum tahu sebelumnya.

Nabi ingin mengajarkan kepada manusia, bahwa sukses itu adalah sunnahnya. Misalkan saja, nabi pernah bilang “tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.” Nabi juga pernah bilang, “lebih mulia orang yang menjual kayu bakar, daripada orang yang meminta-minta.” Dan masih banyak ajaran nabi yang menganjurkan pada kita untuk tidak bermental miskin. Tetapi bermental sukses.

Salah Kaprah kesederhanaan Nabi

Ada banyak yang salah kaprah memahami kehidupan nabi. Nabi itu rumahnya memprihatinkan, bajunya saja bisa dihitung, gak pernah makan kenyang,bahkan nabi pernah mengganjal perutnya dengan batu. Apakah mungkin nabi minta “dikasihani.” Kita lupa dengan kehidupan nabi sebelumnya.

Jika kekayaan sudah didapat, makan enak sudah dirasakan, menjadi pebisnis besar sudah dicapai. Bisa beli kuda berapa banyak, kurban nya nabi berapa ratus ekor, maharnya nabi berapa banyak untuk istrinya?

Sudah saatnya semua pencapaian tersebut untuk dibagikan ilmu dan hartanya, toh nabi lebih paham tujuan kaya dan sukses untuk apa. Bukan untuk ditimbun, tetapi untuk kemaslahatan. Itulah sebabnya, orang sukses pasti sederhana, beda dengan orang yang pura-pura sukses, penampilannya sok kaya!!

Jadi, Sukses adalah ketika kita bisa mensukseskan orang lain. Sukses adalah ketika harta, benda, ilmu kita dimanfaatkan untuk fiisabilillah. Ketika 4 Jalur diatas kita dapatkan, sudah waktunya kita mati dalam keadaan tidak meninggalkan harta yang jadi rebutan tetapi meninggalkan banyak manfaat dalam kehdupan.

Bayangkan saja jika nabi mewariskan hartanya, pasti umatnya bakal terpecah belah karena berebut dan saling sikut, alhamdulillah nabi hanya mewariskan ilmu dan akhlaq. Karena keduanya tidak bisa dipisahkan!

– Salam Kaya tapi Taqwa | wiyoko corporation

 

Similar Posts
2 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Kekayaan
2 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Kekayaan
Sebenarnya kaya bukanlah prioritas dalam kehidupan, namun kekayaan itu adalah alat untuk beribadah. Jika kita lebih memilih miskin daripada kaya,...
3 Standart Operating Procedure Fundamental (SOPF) dari Tuhan
3 Standart Operating Procedure Fundamental (SOPF) dari Tuhan
Setiap sesuatu yang dikerjakan, agar mencapai tujuan butuh yang namanya SOP alias Standart Operating Procedure. SOP sangat penting untuk memastikan sesuatu...

There are no comments yet, add one below.

Leave a Reply


Name (required)

Email (required)

Website