5 Tanda Bahwa Anda Akan Gagal Saat Berbisnis

Kegagalan tidak bisa dihindari, namun bisa diubah. Kegagalan selalu ada, seiring dengan kesalahan yang kita lakukan. Banyak orang yang berangan-angan sukses, tetapi tidak berani untuk gagal, hanya yang punya tekad yang kuatlah, orang yang bisa melewati kegagalannya.

Apakah ada orang yang gagal dalam hidupnya? tentu saja ada, yaitu orang yang enggan sungguh-sungguh mengubah nasibnya. Bergerak saja bisa gagal, apalagi hanya diam. Sangat mustahil dengan diam kita bisa meraih kesuksesan. Gagal dalam perjalanan tak mengapa, asal jangan gagal dalam tujuan.

5 Tanda Bahwa Anda Akan Mengalami Kegagalan Nantinya.

Pertama, Takut untuk Belajar

Semakin dewasa, yang semakin membesar hanyalah berat badan, tetapi mental semakin melemah. Apakah kita lupa, jika kita pernah menjadi anak-anak yang lemah. Ingatkah, saat kita belajar berjalan pertama kali, apakah kita takut jatuh? Tidak sama sekali, yang ada berkali-kali jatuh, menangis, tetapi bangkit kembali.

Sejatinya, pada waktu kecil banyak pelajaran yang bisa kita petik untuk kehidupan saat dewasa. Kenapa kita takut belajar? bukankah yang seharusnya ditakuti adalah jika kita tidak belajar maka kita akan gagal selamanya. Jadi, belajarlah, bukan hanya teori belaka melainkan wajib dipraktikan.

Boleh perbanyak membaca buku tentang bisnis, tetapi jangan sampai terjebak. Kadang kita sudah belajar banyak buku bisnis, mengikuti seminar, ujung-ujungnya kita hanya jadi pakar, yang hanya paham teoritis tanpa paham bagaimana jatuh bangun membangun bisnis. Ujilah ilmu yang Anda miliki, bergeraklah, keluar dari zona ketakutan dan jadilah praktisi!!

Kedua, Malas Berlatih

Ketika kita sudah memasarkan bisnis sendiri, eh ternyata belum ada juga pelanggan yang nyantol? Belum ada customer satupun yang minat dengan bisnis kita. Itulah waktu dimana kita akan menemui titik kejenuhan. Saat terjadi demikian, hal tersebut bukanlah hal yang buruk bagi kita? sebaliknya, justru itu hal terbaik! Kenapa? karena kita dituntut untuk terus berlatih tanpa henti. Berlatih sampai titik akhir.

Asah kembali kemampuan pemasaran, penjualan, manajemen, dan sebagainya. Sebagai pebisnis, wajib mengatahui secara detail semua elemen dalam bisnis. Jangan berhenti, dan jangan malas. Malas adalah penyebab kegagalan dimasa depan. Faidzaa azamta fatawakkal ‘AlaAllah, Jika kita telah bertekad untuk sukses, bertawakal lah kepada Allah. InshaAllah latihan yang sebelumya terasa sulit, pasti akan dimudahkan.

Ketiga, Sok Pintar

Semakin hari jaman semakin menampakan kemajuan. Terutama dalam bidang teknologi. Apa jadinya jika tidak segera upgrade ilmu untuk memanfaatkan teknologi yang ada.

Ada orang yang enggan menghiraukan atau acuh terhadap perkembangan teknologi, ia merasa bahwa bisnisnya aman-aman saja, bisnisnya masih jalan, padahal bisnisnya jalan ditempat!! terlihat jalan, tapi jalan ditempat sama aja bohong!!

Oleh karena itu, butuh keberanian untuk mengikuti alur perkembangan jaman ini. Jika tidak, pilih terlindas atau tertindas? Jadi jangan sok pintar, seakan dirinya lebih paham tentang bisnis, padahal diluar sana sudah banyak orang-orang berlomba untuk memajukan bisnisnya dengan cara kreatif, inovatif dengan bantuan teknologi yang ada.

Keempat, Kesombongan Penghancur Segalanya

Yang terlihat besar belum tentu dapat bertahan untuk tak jatuh. Kini persaingan bisnis semakin mengerikan. Bayangkan saja, inovasi terus bermunculan, kreatifitas datang tanpa batas. Orang berlomba-lomba mencari ide, keunikan dalam menjalankan bisnisnya.

Ingat dengan nokia, yahoo, friendster dan yang lainnya? Itulah salah satu contoh besar yang terjatuh akibat mengabaikan kecepatan inovasi, akibat penundaan kreatifitas. Kini percuma mempertahankan bisnis yang telah kita bangun sekuat tenaga, jangan dipertahankan, tetapi berkreasilah dan bangun relasi dengan usaha yang sesuai dengan bidang Anda.

Kelima, Berbisnis tanpa Tuhan

Menggunakan kemampuan kita saja tidaklah cukup untuk memajukan bisnis. Apalagi banyak pebisnis kelas paus yang datang dari negeri tirai bambu, atau dari negeri adidaya, atau dari negeri lainnya.

Yang namanya paus, pasti sukanya melahap semua yang kecil-kecil, walaupun kita berjamaah, sekali haappp!! habis!! Kok bisa begitu? ya jelas lah, kata baginda Muhammad sollu ‘alaihi, umat akhir jaman ini egois, walaupun banyak hanya seperti buih dilautan, gak ada apa-apanya?

Lalu bagaimana dong,? Mana bisa ikan-ikan kecil makan ikan besar? Bisa dong? jawabannya adalah bangun kembali relasi atau hubungan dengan yang menciptakan paus itu. Nangkep kan?

Baiklah, kita harus mengingat kembali bagaimana Rosulullah sollu ‘alaihi bisa menjadi penguasa dalam segi dan bidang apapun. Pertama, Beliau mengumpulkan orang-orang berkualitas, prioritasnya dari kualitas iman (orang yang bagus segi imannya, yakinnya dan taqwanya, bisa dikatakan sangat dekat dengan Tuhannya) , kemudian kualitas ilmu, dan harta. Kedua, Menghimpun kekuatan dengan sembunyi-sembunyi. Ketiga, Menyusun struktur organisasi, dengan tugas sesuai dengan kelebihan masing-masing. Keempat, menyusun strategi berlapis. Dan kelima, menyerang dari segala arah.

Hancur leburlah yang jaya dimasa itu berkat kedekatan nabi dan orang beriman kepada Tuhannya.

Jaman sekarang, sangatlah miris, sesama muslim saling bersaing bahkan bergelut berdarah-darah. Sedangkan musuh justru mengikuti jejak rosulullah, kenapa yang muslim malah membentuk kelompok sendiri-sendiri, bukankah bersatu akan jauh lebih baik, bersatulah dan himpun kekuatan sesuai kelebihan yang dianugerahkan Tuhan pada kita. Terus mendekat sama Tuhan, berdoa, dan aplikasikan 3 SOPF dari Tuhan, agar kita bisa sukses dunia akhirat.

Kesimpulannya, jangan takut untuk memulai bisnis, jangan melihat kecilnya bisnis yang Anda jalankan. Bisa jadi, bisnis yang segera dimulai itu menjadi penyebab pertolongan Tuhan datang. Pahami ayat dibawah ini dan jadikan doa setiap hari:

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. AL-IMRAN: 26)

Salam kaya tapi taqwa | wiyoko corporation



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *