Jika Anda merasa para pemimpin dan pemangku jabatan di perusahaan memiliki beban kerja yang lebih mudah, tunggu sampai Anda berada di titik dimana Anda bertanggung jawab tentang bagaimana caranya agar karyawan menjaga etos kerja dan hubungan baik dengan atasan tapi juga menerima setiap keputusan sulit yang akan mereka terima dalam lingkup profesional. Karyawan senior sering memiliki kekuatan untuk membuat keputusan yang akan secara signifikan berdampak pada pengalaman kerja kolektif dari orang-orang di bawah mereka. Tapi pada saat yang sama mereka bias saja dikeluarkan dari lingkup orang-orang itu. Hal ini terjadi di sebagian besar perusahaan karena saat karyawan naik jabatan dalam organisasi mereka, justru tanggung jawab mereka bergeser dari mempertimbangkan bagaimana perasaan tim mereka, ke pembentukan etos organisasi. Melakukan apa yang benar untuk perusahaan mereka dan melakukan apa yang akan membuat karyawan mereka paling bahagia tidak selalu saling eksklusif.

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Paradoks ini bisa membuat pilihan yang tampak jelas sulit dibuat. Orang-orang di puncak sering mendapatkan masukan berlebihan tentang bagaimana perasaan orang-orang di bawah tentang masalah apa pun. “Semua orang akan merasa tidak bahagiaā€¯.Lebih lanjut, survei keterlibatan karyawan mengumpulkan umpan balik ke dalam kelompok besar cukup sulit sehingga menantang bagi eksekutif untuk menimbang data yang akurat ke dalam keputusan mereka.
Banyak pemimpin senior takut dipandang dingin atau tidak peduli saat keputusan yang dibuat ternyata tidak diterima oleh sebagian besar timnya. Ketika rasa takut ini mengambil alih, mereka bisa menjadi terlalu sensitif dan mulai mempersonalisasikan ketidakbahagiaan orang lain. Untuk melewati ketakutan ini dan menjadi pemimpin yang lebih baik, orang-orang di posisi kekuasaan perlu menemukan keseimbangan antara membuat keputusan yang melayani kebaikan yang lebih besar dari organisasi mereka sementara masih tetap khawatir tentang kesejahteraan emosional orang-orang di bawah mereka.

Dari kebahagiaan individu hingga tujuan kolektif

Banyak pemimpin senior tersinggung ketika mereka mengetahui orang-orang di organisasi mereka tidak bahagia. Mereka lupa bahwa manajer menengah memiliki pengaruh lebih langsung terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan karyawan dan paling siap untuk mengatasinya. Ketika para pemimpin bergerak dan semakin menjauh dari tanggung jawab ini, maka menggunakan kekuatan mereka untuk menumbuhkan rasa tujuan yang lebih dalam di seluruh divisi atau departemen mereka adalah kontribusi terbesar yang dapat mereka buat. Banyak penelitian menunjukkan bahwa ketika orang dapat menghubungkan tujuan organisasi mereka dengan tujuan mereka sebagai individu, maka mereka lebih bahagia dan lebih terlibat dalam pekerjaan. Para pemimpin senior berada dalam posisi unik untuk membantu mereka melakukan ini. Misalnya saja CEO Microsoft, Satya Nadella. Dia dan tim kepemimpinannya mengadakan diskusi intim di mana mereka masing-masing berbicara tentang apa yang ingin mereka capai melalui pekerjaan mereka. Tujuan dari percakapan itu adalah untuk membantu mereka mengetahui bagaimana platform Microsoft dapat membantu mereka mewujudkan tujuan mereka.

Dari keterlibatan hingga kepemilikan

Banyak perusahaan telah beralih ke hal-hal seperti makan siang gratis, pusat kebugaran, tempat penitipan anak, atau ruang meditasi untuk mengekspresikan perhatian kepada karyawan mereka. Sementara beberapa dari manfaat ini tentu saja meningkatkan pengalaman karyawan tapi mereka tidak banyak meningkatkan keterlibatan karyawan terhadap kebahagiaan individual.

Daripada mengandalkan tunjangan, para pemimpin senior harus memprioritaskan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif di mana setiap orang diberi kesempatan untuk berkontribusi pada potensi mereka sepenuhnya. Memastikan bahwa sistem tata kelola memungkinkan karyawan untuk menyelesaikan masalah yang mereka sentuh secara langsung adalah langkah pertama. Ketika orang dapat berpartisipasi dalam membuat keputusan yang secara langsung berdampak pada pekerjaan mereka dan mencipatakan rasa memiliki, hingga membuat keterlibatan menjadi lebih meningkat.

Dari promotability hingga visibility

Pekerjaan buntu, atau merasa seperti Anda sendirian merupakan sumber ketidakbahagiaan karyawan yang cukup signifikan. Ketika orang merasa bahwa karier mereka terhenti, maka mereka sering menganggap kepemimpinan senior memiliki kekuatan untuk memperbaikinya. Bahkan, kesempatan untuk mengungkapkan keluh kesah mereka kepada seorang pemimpin senior dapat menghasilkan harapan yang tidak realistis bahwa segalanya akan berubah. Solusi seperti pertemuan para pemimpin senior dengan karyawan di berbagai tingkatan di bawahnya malah cenderung membesar-besarkan masalahnya. Para eksekutif sering mendengar tentang frustrasi yang tidak dapat mereka perbaiki tanpa melemahkan atau menjauhkan para pemimpin di antara mereka dan karyawan yang mereka ajak bicara.

Ini bukan untuk mengatakan bahwa bertemu karyawan di tempat mereka berada tidak berharga. Upaya-upaya seperti kunjungan ke pabrik-pabrik dapat menimbulkan proses pendampingan dan kesempatan belajar bagi pekerja junior. Tapi ketika datang ke masalah pengembangan karir, para pemimpin senior seringkali tidak dapat secara realistis mengatasinya. Mereka berada dalam posisi unik untuk menciptakan visibilitas bagi karyawan yang mungkin tidak mendapatkan perhatian. Itu sebabnya para pemimpin harus fokus memberikan kesempatan para karyawan untuk menunjukkan prestasi mereka kepada orang-orang di atas mereka. Salah satu solusi ampuh adalah mengundang talenta tingkat bawah ke pertemuan tingkat yang lebih tinggi. Ini adalah cara yang bagus para eksekutif untuk bertemu dan melihat perspektif dan kontribusi orang yang mungkin tak pernah dipikirkan sebelumnya.

Para pemimpin secara alami ingin melihat orang-orang di organisasi mereka bahagia dan berkembang. Saat Anda naik lebih tinggi, maka visi Anda harus bergeser. Belajarlah untuk menikmati kesempatan unik yang Anda miliki untuk membentuk kesejahteraan kolektif organisasi Anda melalui membina tujuan, memperdalam kepemilikan, dan meningkatkan visibilitas.

 

Penulis: Ron Carucci

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *